Becak Makassar

Sore itu kita keluar dari hotel naek becak menuju ke daerah Karebosi. Becak di Makassar ukurannya lebih kecil daripada becak Jogja. Bentuk atapnya gak melengkung lebar tapi agak flat dan sempit. Tempat duduknya juga sempit, cukup untuk dua orang berukuran sedang. Tapi kalu anda bawa barang belanjaan banyak agak repot karena sesak.

Bagian samping, depan, dan belakang tempat duduk penumpang terbuka lebar. Mungkin supaya penumpang lebih leluasa melihat pemandangan. Tapi gimana ya kalo hujan deras turun, kemungkinan airnya bisa netes ke tempat duduk lebih banyak. Kalo becak Jogja sudah terlihat lembaran plastik di sisi-sisi tersebut dan tinggal digelar untuk mencegah air masuk. Nah, becak Makassar gak kliatan ada plastik anti hujan itu.

Becak Makassar

Ternyata lembaran plastiknya disimpan dalam laci pengemudi dan baru dikeluarkan ketika hujan turun. Hhmmm, penumpangnya keburu basah dong sambil nunggu pengemudinya ngambil plastik. Oleh karena itu, jika terjadi hujan maka becak akan menepi, mencari tempat teduh di pinggir jalan. Trus penumpang juga turun dulu untuk berteduh. Setelah pengemudi menutupi becaknya dengan plastik, penumpang dipersilakan naik kembali. Lembaran plastiknya lebar, mengikuti kontur atap lalu ada yang terjulur menutupi bagian samping, depan, belakang penumpang.

Nah, pas pulang dari Konro Karebosi kita dapet kejadian kehujanan. Dan wah, ternyata penumpang tetap aman tuh, gak basah kog…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s