Konro Karebosi

Waktu itu kita berencana makan malam pake Konro Karebosi. Kita memutuskan naek becak karena dekat. Becak dari hotel melaju mendekati daerah Makassar Trade Center (MTC). Tiba-tiba ada suara "krak" di bagian roda becak di samping saya. Setelah kita turun, terlihat roda becak patah pada as-nya. Becak gak bisa mengantar kita lagi. Akhirnya kita jalan kaki menuju ke Karebosi. Katanya sih udah deket, tapi kog gak nyampe-nyampe ya. Kita melewati MTC yang pas berada di depan Stadion Karebosi. Karena ada Carefour, kita memutuskan mampir bentar, kebetulan suami saya lagi nyari sandal japit. Dari Carefour kita lanjut jalan kaki dan berbelok ke pusat pertokoan lainnya. Udah nampak di kejauhan restoran konro karebosi yang kita tuju dengan papan neon berwarna putih. Lapaaarr…

Restoran Sop Konro Karebosi di Jl. G. Lompobattang No.41 ini terlihat sederhana, tapi tak pernah sepi pengunjung. Ada meja dan kursi yang memuat sekitar 100 orang. Kalo lagi rame-ramenya bisa gak dapat tempat duduk. Di bagian teras ada tungku pemanggang iga sapi dan kompor beserta panci besar yang memuat kuah sop. Jumlah karyawan restoran cukup banyak dan mereka tampak gesit melayani pengunjung. Karyawannya berpenampilan sederhana, sesekali terdengar teriakan khas logat Makassar, mengkode bahwa ada pesanan baru.

sop konro bakar karebosi

Iga bakar yang mo kita makan ditata dalam piring datar ukuran sedang. Satu porsi ada tiga tulang iga. Ukuran tulang iga tak terlalu besar dengan daging sapi pada ujungnya yang sedang saja. Saya tak melihat ada pilihan ukuran tulang iga yang bisa kita makan di sini, lain ketika saya makan di Restoran Iga Bakar di Jogja dulu. Tulang iga ini dibakar dan dilumuri semacam sambel kacang dengan tekstur kacang kasar. Dagingnya empuk dan lembut. Sayangnya tidak disediakan pisau untuk memotong daging dalam penyajiannya.

Tapi di Karebosi kuah sopnya lebih banyak dan warnanya lebih hitam. di atasnya ditaburi daun bawang dan daun sledri. Rasa kuahnya gurih dan masih panas-panas dari panci. Sruputt, hhmmm, segar sekali di tenggorokan. Jika ingin pedas bisa ditambah sambel uleg cabe merah. Atau biar tambah hitam manis dikasi kecap lagi.

Nasi disajikan dalam piring yang tengahnya agak menjorok ke dalam, dijabar secara rata dalam lekukan itu. Biasanya ada juga restoran yang menyajikan nasi berbentuk cetakan mangkok atau gunungan. Sayangnya nasinya tampak gak segar dan kurang hangat. Tapi tak apalah, toh saya ternyata meludeskan sepiring nasi itu. Lapaaarr..

Akhirnya keturutan juga nyicipi Konro Karebosi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s