Pisang Epe Makassar

Pisang Epe banyak dijual di sekitar Losari, terutama di depan Rumah Sakit Stella Maris. Penjualnya memakai gerobak dorong. Pukul empat sore udah nampak iring-iringan gerobak menuju Losari. Kursi-kursi plastik ditata di sekeliling gerobak. Di bagian depan gerobak tertata beberapa tandan pisang kapok. Ada yang masih utuh dan ada yang tersisa kulitnya. Tandan pisang dengan kulit pisang yang masih nempel sengaja dipajang, sehingga penampilan gerobak terlihat dramatis. Selain itu tergantung buah durian mungil di pojok gerobak.

DSC00307

Pas saya tanya berapa harga satu buah Pisang Epe, penjual itu bila ng seharga seribu rupiah. Tapi dia buru-buru meralat harga, kata dia kalo lima ribu dapet tiga Pisang Epe. Lho, kog jadi berubah? Kayaknya penjual ini memberi harga berdasarkan penampakan pembelinya, turis atau lokal. Tapi saya terlanjur mendengar celetuk seribu rupiahnya. Setelah tawar menawar, Pisang Epe itu kita beli empat buah dengan harga lima ribu rupiah. Lho jangan-jangan sebuah Pisang Epe hanya sekitar tujuh ratus rupiah ya? Entah harga Pisang Epe sebenarnya berapa tuh…?

Empat buah pisang kapok besar dikupas dari kulitnya. Lalu dipanggang di atas tungku arang sampai setengah matang. Setelah setengah matang dan empuk, letakkan pisang di bawah papan kayu tebal, kemudian ditekan sampai agak gepeng. Kalo pisangnya empuk bisa lebih mudah nge-pressed-nya, pisangnya gak hancur. Letakkan pisang gepeng itu di atas panggangan lagi. Bolak-balik sampai matang (berwarna kuning kecoklatan).

Setelah matang, di atas pisang dilumuri saus gula merah rasa durian. Konsistensi saus adalah kental, hampir mirip dengan saus Lupis di Jogja. Rasa durian ditambahkan dari buah durian. Satu kali saya ikut menelan "daging" durian kecil yang bercampur dengan sausnya. Saus ini manis bangetss, tak perlu banyak-banyak menambahkan saus ketika menelan pisang. Saus manis,,semanis yang makan…hehehehe…

Alat untuk menggepengkan pisang sangat konvensional. Dua bilah papan kayu tebal disatukan dengan tuas kecil pada salah satu sisinya. lalu diberi pegangan pada sisi lain untuk memudahkan gerak menekan. Pisang dijepit di permukaan dalam dan akan gepeng ketika papan kayu atas ditekan-disatukan dengan papan kayu bawah. 

Makan Pisang Epe jadi inget Pisang Bakar Monalisa di Jogja. Kalo Monalisa cukup dipanggang di atas wajan, setelah matang ditaburi keju parut, misis, susu coklat. Selain itu saya jadi ingat pisang kapok dari Pasar Ngipik-Bantul yang biasa dibawakan Bu Lik Sri kalo lagi mampir ke rumah. Pisang kapoknya besar-besar dan rasanya manis. Kapok deh, bikin ketagihan… 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s