ke Paotere, bersama Ibu Ibnu

Pagi ini di hari terakhir di Makassar, saya ditelepon Ibu Ibnu. Beliau mengajak saya jalan-jalan jam 11 siang. Sepertinya ini tawaran yang tak bisa ditolak. Trus saya kan gak tau daerah Makassar sehingga mo dibawa kemana ngikut aja deh…

Ibu Ibnu diantar driver, naek innova hitam. Perkiraan saya, mobil akan menuju ke tempat makan. Tapi kog sepi ya kalo cuma mam siang berdua aja. Ternyata Ibu Ibnu mampir dulu ke kantor Makassar, tempat suami saya lagi dinas. Beliau aktif di kantor suami, mengkoordinasi pengajian dan arisan istri-istri. Setelah mengurus kesibukannya, Ibu Ibnu menggandeng Mbak Novi dan Ibu Leni. Jadilah kita berempat menuju ke Rumah Makan Paotere.

Rumah Makan Paotere terletak di Jl. Sabutung No.46 Makassar. Letaknya di belakang Poliklinik AL yang ada LADOKGI-nya. Di depan Paotere terdapat tempat pelelangan ikan. Paotere mengambil ikan segar langsung dari situ. Kata Ibu Ibnu, masyarakat juga bisa beli ikan di situ. “Ikan yang saya beli banyak dan macam-macam, dua minggu gak habis-habis…”

 

DSC00315 Ketika disuruh milih ikan apa, saya malah bingung. Lha banyak banget, tapi gak milih cumi-cumi atau udang tuh.  Lalu saya memilih Ikan Baronang Bakar, soalnya namanya aneh dan lagi denger sekarang. Saya tak memperhatikan yang mana sih Ikan Baronang itu? Wow, ikan yang besar! Waladalah! Hahaha, sebenarnya saya kewalahan menghabiskannya. “Bu Anang kalo makan pelan ya,” celetuk Ibu Leni. Karena tengsin, akhirnya tetep saya lahap dan saya sisain dikit aja karena perut saya rasanya dah mo meletus, Hahaha…

 

Tampaknya berbagai jenis sambal selalu menjadi rangkaian masakan ikan di Makassar. Ada sambal kacang, sambal cabe merah, sambal tomat, sambal kecap. Sayur yang kita pesan mirip Sayur Lodeh, santannya kental seperti susu, rasanya gurih dan gak pedas. Menu otak-otak selalu menarik untuk dipesan. Ketika kita gak menghabiskannya, Ibu Ibnu membungkus dan memberikannya kepada saya untuk dibawa pulang. Senangnya…

Pulang dari Poetere, kita ke kantor lagi. Menurunkan Mbak Novi dan Ibu Leni, sekalian saya pamitan karena malamnya saya dan suami akan terbang ke Jayapura. Ketika bersalaman dengan Mbak Novi, lagi-lagi dia bilang, “Tiap bulan ke Makassar ya, Bu. Kita ada arisan setiap satu bulan sekali.” HeheheheHuueeeee…

Sangat Menyenangkan di Makassar…

Terima Kasih, Sampai Jumpa lagi Kapan-Kapan…🙂

4 thoughts on “ke Paotere, bersama Ibu Ibnu

  1. makan di rumah makan paotere dimakassar sangat luar biasa enaknya dan tidak ada duanya emang si dimakassar banyak restoran menyajikan menu ikan laut ,tapi memang beda aromanya bumbu tradisional khas makassar ………….wao……………wao………enak

  2. saya baru sekali makan di rumah makan paotere makassar dan begitu nikmat ,coba aja bro dan so pasti kepigin lagi rasanya mau mencicipinya tapi sayang gue tinggalnya dijayapura .tidak lengkap rasanya kalau kemakassar kalau tidak mampir di rumah makan paotere baru balik .

  3. Barusan disiarkan trans7 jam 11.30 pagi ini.kelihatannya bersih dan lezat.jadi pengen ke Makassar neh.

  4. Dahsyat..RM. Paotere Makasar, baru pertama kunjunganku ke Makasar, pas mau pulang sebelum ke bandara aku mau makan dulu..pak sopir taksi yang baik hati itu kasih tahu tempat makan enak yaitu ikan bakar Paotere..selain rasanya yang pas, porsinya pas juga harganya yang sangat terjangkau. Belum lengkap memang kalau ke Makasar tanpa singgah di RM. Paotere di Jl. Sabutung..terimaksih pak sopir taksi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s