First Dinner Together at Home

Untuk pertama kalinya saya dan suami berada dalam satu atap rumah memasak bersama dan makan malam barengan. Saya dan suami masak tumis kangkung campur ikan wader dan menggoreng tempe tepung kobe.

“Airnya kebanyakan..”

“Kurang asin, apa garamnya yang gak asin ya..”

“Kog minyak gorengnya terlalu dikit?”

“Nggoreng tempenya jangan ditinggal-tinggal, ntar gosong lho..”

Bla, bla, bla, dan masih banyak lagi. Tapi tetep menyenangkan, mengingat kemarin-kemarin kami sangat langka melakukan kegiatan seperti ini. Sebagai tambahan lauk, saya membawa dari Jogja (dibawain ibu saya) : abon sapi, srundeng kelapa, sambal kentang kering, dan wader goreng. Buat ‘krupuk’-nya ada peyek kedelai. Sebagai penutup, saya membuat jus pisang…

Bahan : 1 buah pisang ambon, 1 sdm madu, 1/2 gelas air dingin, es batu secukupnya

Semua bahan diblender sampai lembut. Sambil menunggu, suami saya memasang lilin di meja. Tapi setelah lilin dinyalakan, “Kog gelap ya? Gak keliatan maemanya.” Lalu hanya sebuah lampu saja yang dinyalakan di ruang tengah. Ketika mulai makan, saya merasa ngeri dengan lilin itu dan meniupnya. “Ntar malah mbakar rumah,” kata saya. Hehehehehe…

The End of The Dinner…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s