Warung Bu Wono

Habis jalan-jalan ke PTC (Papua Trade Centre), saya dan suami menuju ke Jl. Bhinneka. Sebelum traffic light, ada sebuah gang kecil cuma cukup satu mobil. Jalannya menurun, udah nampak deretan mobil yang parkir depan belakang.

Warung Bu Wono hanya rumah biasa, dari luar gak nampak hingar bingar sebuah warung makan. Kabarnya Bu Wono berasal dari Jawa, kalo diliat jenis masakannya mungkin dari Jawa Timur.

tampak depan

Bu Wono duduk di dekat kasir. Suaminya setia menemani duduk di kasir. Bu Wono sudah sepuh, duduk di kursi santai dengan kaki selonjor sambil menonton TV acara Wayang Kulit. Wuih, suasananya kayak gak di Papua aja…🙂

Pada jam makan siang kantor, warung ini penuh sesak. Maklum aja, kursi yang tersedia sekitar 30 buah. Udara panas Jayapura cuma diusir dengan satu kipas angin di atap. Kalo gak betah sumuk dan sesak, mendingan pesan dibungkus dan dibawa pulang…

tempat duduk pengunjung

Di samping kasir ada rak tempat milih makanan. Ada Bothok : usus ayam, daun sembukan, tempe, ikan gastor, dll. Sayur juga beragam : sayur daun ketela, sayur kangkung, sayur lodeh, sayur kacang panjang+tempe, dll. Ada juga rujak cingur, pecel, gado-gado, rawon, soto, dll. Ikan gorengnya juga macam-macam, antara lain ikan kembung, ikan tongkol, ikan lele. Trus warung ini punya minuman khas, Beras Kencur, yang dikemas dalam botol gelas warna coklat ukuran sedang.

rak saji

Bu Wono dibantu tiga embak-embak di belakang rak saji dan seorang mas-mas yang mbikinin minum. Mereka ngajak ngomong Bahasa Jawa ke pengunjung. Akrab sekali, jadi ngerasa gak sendirian di Papua.

Saya memesan Bothok Tempek, Bothok Ikan Gastor, Sayur Daun Ketela, Rujak Cingur, dan minuman Beras Kencur. Semuanya enak, bumbunya sesuai selera. Beras Kencurnya segar, cukup menggelitik leher. Tapi menurut saya kurang kental dan kurang pedas.

Warung dengan masakan Jawa kayak gini harus dicari di Jayapura. Hmm, kalo saya lagi malas masak, kemana lagi kalo gak ke tempat Bu Wono…🙂

2 thoughts on “Warung Bu Wono

  1. Naaaaah, gitu donk ah ada website, biar bisa dapet critanya n foto2nya, gratiss :p Seneng yo, nemu warung jowo sing ono klenenganne sisan hihihi… kalo nemu makanan asli papua, diliput juga yaaa🙂
    ho-oh kie arep muat crita ttg bjrmasin tp rung kober kober… fiuh…
    aku lg di rumah kanza loh, rambutnya hbs dicukur, dila cempluk, si rais bawel buangetttt :p
    eh zulita dah pulang ke jpr loh, mampir yaa ke rumahnya🙂
    take care sist…

  2. Makasih udah mampir, mbak. Sering-sering ya.. Wah, aku dah kangen ponakan niy. Kalo liat laut di sini jadi inget pas maen ke Pantai Depok ma mereka. Btw, ada lho beda Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Selatan. Di pantai PNG, air lautnya berasa dua, tawar dan asin. Dan batasnya kelihatan, yang dekat pantai berasa tawar. Kuasa Tuhan ya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s