Kenapa HIV / AIDS ?

Dulu ketika ada seorang teman sejawat yang akan berangkat PTT ke Kaimana, saya menemaninya mencari resep dan membeli obat pencegahan penyakit Malaria. Saya juga menjadi teman diskusinya saat dia berpikir seandainya di Kaimana harus menghadapi pasien dengan HIV/AIDS.

Sekarang saya sedang berada di Jayapura. Melewati hari-hari pertama tinggal di bumi Papua. Merasakan buaian keindahan alam Papua. Dan mencoba memahami lingkungan tempat tinggal saya. Tak bisa dipungkiri bahwa selain Malaria, penyakit HIV/AIDS telah menjadi pusat perhatian di Propinsi Papua dan Papua Barat.

Virus penyakit HIV/AIDS pertama kali ditemukan tahun 1992 di Kabupaten Merauke, Propinsi Papua, pada enam orang penderita saja. Dalam kurun waktu 16 tahun, penyakit HIV/AIDS berkembang cepat dan telah menginfeksi kurang lebih 5.000 orang di Propinsi Papua dan Papua Barat.

Berbagai upaya untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS sudah dilakukan banyak pihak. Seperti penyuluhan dan kampanye, namun belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Penyakit ini cenderung lebih cepat berkembang dibandingkan upaya penanggulangannya. Kenapa begitu?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia sehingga tubuh menjadi mudah terkena infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala/sindrom yang timbul akibat infeksi HIV.

HIV dapat menular ke orang lain melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV (darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu). Seseorang dapat tertular HIV melalui beberapa jalan :

1.Hubungan seksual (vaginal, anal, ataupun oral)
2.Transfusi Darah
3.Jarum suntik yang terkontaminasi
4.Ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui

Sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan AIDS. Yang sudah ada adalah obat yang mampu memperlambat laju virus HIV. Obat ini harus diminum sepanjang hidup ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

HIV dan AIDS bisa menyerang siapa saja. Namun ada sekelompok orang yang sangat rentan tertular virus HIV penyebab AIDS :

1.Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom
2.Orang yang memakai narkoba suntik dengan memakai jarum suntik secara bersama-sama
3.Pasangan seksual dari orang pada poin 1 dan 2
4.Bayi yang ibunya HIV positif

Penularan HIV dapat dicegah dengan cara : menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko, tidak memakai jarum suntik secara bersama-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada bayi bila ibu positif HIV.

Menurut Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Papua, untuk menekan tingginya kasus HIV/AIDS di provinsi Papua dan Papua Barat hanya ada satu cara, yaitu tidak boleh melakukan hubungan seks bebas di luar pernikahan.

Penelitian Jack Morin menunjukkan anak-anak Papua mengalami hubungan seks pertama pada usia 10 tahun. Hubungan seks menjadi sesuatu yang biasa akibat renggangnya kontrol sosial, bahkan di tingkat keluarga.

Sangat mudah dan murah menemukan transaksi seks. Di Jayapura dan Merauke tersedia dengan berbagai harga transaksi. Mulai dari lima ribu rupiah sampai jutaan untuk satu kali “main”. Jika penjual dan pembeli saling suka, bahkan tanpa harus membayar apa-apa.

Kaum remaja Papua, jika kepepet tak punya uang, padahal badan udah membutuhkan, transaksi seks bisa dilakukan dengan cara barter. Misalnya barter satu botol minuman keras. Atau jika perut lapar, hubungan seks bisa dibarter dengan satu bungkus nasi..

Hubungan seks pun bisa dibarter dengan pinang sirih. Untuk satu paket pinang sirih: buah pinang, sirih, dan sedikit kapur karang, orang cukup mengeluarkan uang seribu rupiah..

Beberapa kaum muda Papua suka hubungan seks dalam keadaan mabuk. Tak jarang para pemakai pekerja seks komersial (PSK) membelikan minuman keras untuk pasangan sekali pakai ini. Menurut mereka, tidak enak jika tidak mabuk..

Jumlah PSK di Papua tidak sedikit. Tersebar di seluruh Papua. Mereka menjajakan jasa di jalan-jalan dan lokalisasi. Salah satu tempat transaksi di Jayapura adalah Lapangan Imbi. Ada pula yang dengan menyembunyikan identitas di balik profesi lain, misalnya pekerja bar atau panti pijat.

Para PSK yang berkulit kuning, kebanyakan dari Sulawesi dan Jawa. Bagi lelaki Papua merupakan kebanggaan atau gengsi tersendiri jika bisa menggandeng perempuan berkulit kuning. Walaupun tarif mereka hingga tiga jutaan.

Tarif itu kontras sekali dengan PSK orang asli Papua. Mereka beredar di jalan-jalan dengan memasang tarif sepuluh ribu rupiah sekali “main”. Banyak penjaja seks ini anak-anak putus sekolah yang masih berusia 12 tahun.

Kebebasan hubungan seks berbanding terbalik dengan tingkat pengetahuan kaum muda Papua. Belum lagi ada sejumlah media (gambar porno, tayangan televisi, internet) yang menjadi pintu masuk berbagai pengalaman dan sensasi remaja.

Pemahaman seks yang demikian tentu menjadi salah satu faktor yang memperbanyak kasus HIV/AIDS di kaum muda Papua. Perlu bekal pengetahuan bagi kaum muda agar tak salah bergaul.

Dari seluruh kemungkinan penyebaran virus, hubungan seks jelas merupakan jalur yang paling tinggi. Sehingga kesadaran untuk tidak melakukan hubungan seks di luar pernikahan hendaknya ditanamkan kepada semua orang guna menekan laju penyebaran virus HIV/AIDS.

Di Amerika slogan yang digunakan untuk menekan penyebaran HIV/AIDS berupa “Hubungan Seks yang Aman dengan Memakai Kondom” sudah mulai bergeser menjadi “Setia pada Satu Pasangan”.

Bersyukur, sekarang sudah banyak lembaga yang mau membuat acara diskusi atau seminar tentang HIV/AIDS. Kemudian ada semacam pendampingan untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar, seperti pada anak muda Papua.

Fuiihh..Seberapa keraskah manusia akan mengubah dirinya sendiri untuk menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin..? Wallahu’alam..

Cape deh..Saya mau ngajak suami jalan-jalan liat pemandangan alam saja..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s