Malaria

Berikut ini bincang-bincang saya dengan teman sejawat yang sudah lama menetap di Jayapura.

<Saya> mbak, meh tanya niy, kalo di Jayapura endemik malarianya seperti apa ya..di sana sekarang pake obat malaria golongan apa yang manjur..

<Teman> biasanya sie buat pencegahan minumnya seminggu satu kali. obatnya di sana cloroquin, kina, ama ada yang khusus buat malaria tropika, tapi mbak lupa..

<Saya> untuk pencegahan baiknya minum yang mana? kloroquin, kina, or sekalian malaria tropikanya? trus kalo ada rencana langsung hamil perlu minum gak ya..

<Teman> cloroquin aja yang ringan, tapi kalo ada rencana hamil gak usah minum, gak usah pikirin takut kena malaria, kadang itu jadi sugesti juga, yang penting jaga kondisi and pake obat semprot nyamuk. alhamdulillah, mbak setelah balik Jayapura lagi gak pernah kena malaria.

Konon, dua orang teman saya terkena malaria sewaktu mereka PTT di Kaimana. Padahal sebelum berangkat udah minum cloroquin untuk pencegahan. Kata mereka, nyamuknya ganas-ganas. Waduh… Apa dan bagaimana malaria itu?

Malaria adalah penyakit infeksi protozoa dari genus plasmodium yang bisa menyerang manusia, burung, kera dan primata lainnya, hewan melata dan hewan pengerat.

Parasit malaria ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. (jenis betina) yang habitat atau tempat berkembangbiaknya di daerah berawa atau selalu digenangi air. Menurut survey Dinas Kesehatan setempat dan Global Fund, Jayapura termasuk daerah endemis tinggi malaria.

Ada empat jenis malaria yang masing-masing disebabkan spesies parasit yang berbeda :

1.    Malaria Tertiana (paling ringan), disebabkan plasmodium vivax, gejalanya demam setiap dua hari sekali setelah gejala pertama terjadi (dapat terjadi selama dua minggu setelah infeksi).

2.    Malaria Tropika atau Malaria Aestivo-Autumnal, disebut juga Demam Rimba (Jungle Fever), disebabkan plasmodium falciparum. Organisme ini sering menghalangi jalan darah ke otak, menyebabkan koma, mengigau dan penyebab sebagian besar kematian akibat malaria.

3.    Malaria Kuartana yang disebabkan plasmodium malariae, memiliki masa inkubasi lebih lama daripada penyakit malaria tertiana atau tropika. Gejala pertama biasanya tidak terjadi antara 18 sampai 40 hari setelah infeksi terjadi. Gejala itu kemudian akan terulang lagi tiap tiga hari.

4.    Malaria yang paling jarang ditemukan adalah yang disebabkan plasmodium ovale yang mirip dengan malaria tertiana.

Gejala malaria pada penderita yang wajib diketahui, antara lain :

1. Gejala klasik, biasanya ditemukan pada penderita yang berasal dari daerah non endemis malaria atau yang belum mempunyai kekebalan (immunitas); atau yang pertama kali menderita malaria. Gejala ini merupakan suatu parokisme, terdiri dari tiga stadium berurutan :

– Menggigil (selama 15-60 menit)

– Demam (selama 2-6 jam), timbul setelah penderita menggigil, demam dengan suhu badan 37,5-40 derajat celcius. Kalo suhu badan meningkat lebih dari 40 derajat celcius berarti penderita mengalami hiper parasitemia (lebih dari 5 persen).

– Berkeringat (selama 2-4 jam), timbul setelah demam, akibat gangguan metabolisme tubuh sehingga produksi keringat bertambah. Kadang-kadang dalam keadaan berat, keringat sampai membasahi tubuh seperti orang mandi. Biasanya setelah berkeringat, penderita merasa sehat kembali.

Di daerah endemis malaria dimana penderita sudah punya imunitas terhadap malaria, gejala klasik di atas timbul tidak berurutan. Bisa jadi tidak ditemukan gejala tersebut, malah kadang muncul gejala lain.

2. Gejala malaria dalam program pemberantasan malaria:

– Demam

– Menggigil

– Berkeringat

– Dapat disertai dengan gejala lain : sakit kepala, mual dan muntah.

– Gejala khas daerah setempat : diare pada balita (di Timtim), nyeri otot atau pegal-pegal pada orang dewasa (di Papua), pucat dan menggigil-dingin pada orang dewasa (di Yogyakarta).

3. Gejala malaria berat atau komplikasi, yaitu gejala malaria klinis ringan dengan disertai salah satu gejala di bawah ini:

– Gangguan kesadaran (lebih dari 30 menit)

– Kejang beberapa kali

– Demam tinggi diikuti gangguan kesadaran

– Mata kuning dan tubuh kuning

– Pendarahan di hidung, gusi atau saluran pencernaan

– Jumlah kencing kurang (oliguri)

– Warna urine/air kencing seperti teh tua

– Kelemahan umum (tidak bisa duduk/berdiri)

– Sesak nafas

Kita bisa mewaspadai apakah kita terserang penyakit malaria lewat penampakan klinis (seperti gejala-gejala di atas). Selanjutnya lakukanlah pemeriksaan laboratorium. Pada pemeriksaan laboratorium (SD), seseorang bisa diketahui lebih pasti terkena malaria :

A. Malaria ringan atau tanpa komplikasi :

a. Malaria falciparum (tropika), disebabkan plasmodium falciparum
b. Malaria vivak/ovale (tertiana), disebabkan plasmodium vivax/ovale
c. Malaria malariae (kuartana), disebabkan plasmodium malariae

B. Malaria berat atau komplikasi

 

Pemeriksaan laboratorium sangat penting guna menegakkan seseorang benar-benar terkena penyakit malaria. Hal ini untuk meminimalisir resistensi dalam penggunaan obat.

Untuk pengobatan malaria, beberapa jenis obat yang dikenal umum adalah:
– Obat standar : Kloroquin dan Primaquin
– Obat alternatif : Kina dan Sp (Sulfadoksin + Pirimetamin)
– Obat penunjang : Vitamin B Complex, Vitamin C dan SF (Sulfas Ferrosus)
– Obat malaria berat : Kina HCL 25% injeksi (1 ampul 2 cc)
– Obat standar dan Kloroquin injeksi (1 ampul 2 cc) sebagai obat alternatif.

Mengenai manjur atau tidaknya, diberitakan bahwa daerah Papua yang sudah resistensi terhadap Kloroquin, Sulfadoksin dan Pirimetamin adalah wilayah Timika. Sebagai gantinya, obat Duokoteksin (dihidroartemisinin + piperquin) digunakan untuk mengobati malaria di daerah ini, hanya saja jumlah produksinya masih terbatas.

Membasmi habitat nyamuk Anopheles sp. penyebab penyakit malaria memang sulit. Perubahan iklim global bisa menyebabkan populasi nyamuk meningkat secara drastis. Jadi yang setidaknya bisa dilakukan adalah menekan populasi nyamuk. Misalnya menebar ikan di persawahan, bekas tambak, genangan air di bekas galian pasir, menanam pohon bakau di pesisir pantai, atau menggunakan obat (insektisida) semprot nyamuk.

Untuk mencegah tergigit nyamuk di rumah bisa menggunakan kelambu pada tempat tidur, melapisi lubang angin pake kasa strimin (pintu dan jendela juga berkasa strimin), mengoles lotion anti nyamuk, menyemprot nyamuk, menjaga kebersihan, dan sanitasi yang baik. Banyak makan supaya badan tetap sehat walafiat. Banyak berdoa supaya beruntung gak kecokot nyamuk Anopheles wedhok…:)

Jangan deh, terkena malaria…

3 thoughts on “Malaria

  1. selama 12 hri berkunjung di jaypura, terkena malaria berat banget selain obat di atas adakah obat alternatif lain…………..?

  2. ada om saya tingal di irian tepatnya di biak dan sekarang lagi koma karena penyakit malaria tropika , dan skrg katanya lidahnya sudah pendek jadi kalau bicara sudah tidak jelas lagi, dan pertannyaan saya obat apa yg harus dia minum supaya dia bisa sembuh,,,?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s