Pasar Hamadi

Pusat penjualan barang souvenir di Jayapura ada di Hamadi. Tetangga rumah udah pada maen ke sini. Tinggal saya aja yang belum menjamah sehingga dari MacArthur kita berbelok ke Hamadi. Ingatan saya langsung tertuju pada Pasar Beringhardjo di Jogja. Luas, barangnya banyak, dan puas banget ngubek-ubek, apalagi ketambahan Perko (Pertokoan Kaki Limo) Malioboro.

di

Waks, saya keliru. Pertokoan Pasar Hamadi bisa dihitung dengan jari. Tokonya berjajar hanya satu deret pendek. Barang pada tiap toko hampir sama. Pemilik toko bukan orang Papua asli, kayaknya orang Bugis atau dari Sulawesi. Bisa sih menawar barang, tapi turunnya gak jauh amat, tetep kliatan mahal.

tertumpuk berapa lama ?

Patung buatan Suku Asmat terbuat dari Kayu Besi. Kayu ini kuat dan tahan lama. Kalo diangkat agak berat. Pahatan pembuat patung terlihat kasar. Ya iyalah, mana ada yang pakai amplas.. Warna kayu besi adalah coklat muda. Ada juga yang coklat hitam. Konon, mereka mencelupkan patung ke dalam lumpur supaya berwarna coklat hitam.

patung warna coklat muda

Patung lain ada yang dari Kayu Mahoni. Jelas berbeda dengan kayu besi, diangkat lebih ringan, dan gak tahan lama. Mungkin karena kayunya lebih empuk dari kayu besi, pahatannya juga lumayan lebih rapi.

Ada juga patung yang sudah halus. Patung ini telah diamplas sama empunya toko. Kemudian dipoles dengan semir sepatu. Warnanya jadi hitam kelam dan kinclong alias alus. Nah, jika Anda pingin punya patung orisinil, justru pilih yang pahatannya kasar dan warnanya coklat muda atau coklat hitam.

Patung-patung ini jumlahnya terbatas. Orang Asmat datang ke Hamadi pada waktu yang tak pasti. Selain patung, ada pula Piring Sagu yang terbuat dari kayu besi. Ukurannya ada yang panjang dan pendek. Saya pingin punya piring sagu yang panjang. Saya terinspirasi dari pajangan piring sagu di Kuwera, dua buah di dua sisi dinding. Sayangnya repot banget mbawanya dalam pesawat. Lain kali aja deh. Hikss..

lukisan di lembaran kayu-nya lumayan bagus kan..

Souvenir kecil lainnya berupa koteka, topi bulu, gelang rumput, kalung Asmat, bunga kering dari Wamena (bunga apa ya namanya?), asbak, noken, tifa, dll. Topi bulu yang besar biasanya dipakai kepala suku Asmat. Topi yang dijual disini kebanyakan gak asli, alias buatan empunya toko. Tapi oke-oke aja kog kalo buat bergaya, serasa jadi kepala suku. Hehehe..

Ada pula lukisan pada lembaran kayu tipis. Paling murah berharga seratus ribu dengan gambar kapal berawak orang Asmat. Walau serat kayunya agak lebar, katanya sih awet gak ambrol. Kalo untuk pajangan dinding bisa dikasi pigura. Untuk membawa pulang, lembaran ini digulung, lalu dibungkus koran aja. Hmm, riskan juga..

Yang gak saya temukan di sini adalah batik Papua. Belum pernah denger sih kalo orang Papua bisa membatik. Anyway, saya tetep nyari, dan nemu Toko Aneka Batik, di depan SIP (Sagu Indah Plaza). Entah produksinya dimana, tapi semua karyawannya berwajah Sulawesi. Suami saya nih, naksir kaos oblong bergambar suku Asmat dan lukisan batik Cenderawasih. Yuukks..

Oiya, di Biak saya sempat mampir di toko souvenir bandara. Patung hitam kinclong kayak gini nih yang udah diamplas dan dipoles semir sepatu. Eh, kog penjualnya beda ya dengan pas saya datang pertama ke Jayapura (Lihat Lagi : Selamat Datang di Jayapura, Ujung Timur Indonesia). Yang ini embak-embak, bukan ibu setengah baya yang ramah itu..hehehe..

toko souvenir di Bandara Frans Kaisiepo, Biak

toko souvenir di Bandara Frans Kaisiepo, Biak

Dua kali saya pergi ke Pasar Hamadi. Kali kedua, saya memilih dua ukiran dinding. Satu ukiran berupa orang Asmat memainkan Tifa. Ukiran lainnya berupa orang Asmat membawa kapak. Lumayan lah buat kenang-kenangan kecil, untuk diceritain ke anak cucu..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s