Gigiku Tumbuh Lagi Nggak ya?

Masih ingat iklan pasta gigi yang dibawain Tasya Kamila?

"kalo gigi atas tanggal, giginya dibuang ke bawah (tanah)"
"supaya tumbuh lagi"
"kalo gigi bawah tanggal, giginya dibuang ke atas (atap)"
"supaya tumbuh lagi"

Saat itu Tasya Kamila digambarkan berusia 6 – 7 tahun, dimana proses pergantian gigi (dari gigi susu ke gigi permanen) sedang berlangsung. Kalo gigi susu Tasya tanggal, dalam waktu dekat akan tumbuh gigi penggantinya (gigi permanen). Sesudah itu gigi Tasya gak ganti lagi sampai tua.

Jika Tasya tua tiba-tiba giginya tanggal atau dicabut, maka akan ompong. Tapi Tasya gak usah kuatir giginya ompong. Kalo mo gigi yang baru bisa kog, bisa diganti dengan gigi tiruan…

Iklannya Tasya Kamila bisa dikatakan berhasil merebut hati banyak orang. Kalimat "gigi dibuang..supaya tumbuh lagi" mudah diingat. Apalagi Tasya Kamila sedang lucu-lucunya. Anak tetangga saya kerap menirukan celoteh iklan itu. Tapi kalo celoteh itu ditirukan oleh orang dewasa, hmmm, kayaknya jadi gak lucu deh.

Kejadian itu pas saya lagi ko-ass di bagian Bedah Mulut. Seperti biasa sebelum di-ACC kita harus mewawancarai pasien yang mo dicabut giginya. Mengisi lembaran kertas Rekam Medis tentang nama, usia, alamat, hobi..eh gak ding..sampai keluhan utamanya.. Hari itu saya menjadi semangat bekerja karena bu Gito* juga semangat giginya dicabut. (*=bukan nama asli)

<bu Gito> gigi depan udah goyah, mbak..

Gigi seri bu Gito udah gangren pulpa disertai kegoyahan derajat dua. Sambil saya wawancarai, bu Gito bercerita mulai dari masa mudanya, rumahnya, keluarganya, anaknya ada tiga, cucunya..

<bu Gito> aku 48 tahun, cucu dua..

Setelah dosen meng-ACC, boleh deh dicabut. Karena ada kegoyahan, gigi tinggal diputar sedikit trus ditarik keluar gusi. Setelah selesai, gigi cabutan tadi masih terjepit pada tang anterior yang saya pegang. Wah, udah gangren, bau busuknya menyengat, apalagi masih belepotan darah gini, buang aakh..pikir saya gitu.. Wadah sampah gigi cabutan sudah siap menerimanya. 

<bu Gito> jangan dibuang, mbak !

<saya> kenapa, bu ? (#kaget#)

<bu Gito> mau saya bawa pulang..

<saya> oh ? (#kaget yang tadi belum sembuh#)

Biasanya saya selalu menawarkan kepada pasien anak-anak untuk membawa pulang gigi cabutan. Selain membuat mereka senang, katakanlah itu sebuah ‘penghargaan’. Hasil keberanian mereka mencabutkan giginya.

Selain pasien anak-anak, pasien perawatan ortodonsia kerap membawa pulang gigi cabutan. Mereka bilang itu buat kenang-kenangan. Karena gigi cabutan mereka rata-rata masih utuh dan baik (tadinya hidup/vital).

<saya> ibu mau membawa pulang gigi ini ? kotor lho, bu..

<gigi> "aku kan mandi darah, hehehe."

<bu Gito> iya, saya bawa pulang, gpp kotor..

<saya> ini udah busuk lho, bu.. (saya tunjukin bagian yang berlubang besar)

<gigi> "ketauan deh bosok-ku.."

<bu Gito> masukin aja ke plastik ini, mbak.. (merogoh-rogoh isi tasnya dan menemukan kantong plastik kecil)

<saya> gigi busuk kayak gini nih ada kumannya, Bu, nanti malah mengotori rumah ibu lho.. (hehehe)

<gigi> "kuman mah ada dimana-mana, suka-suka kuman dongs.."

<bu Gito> aku jarang-jarang nyabutin gigi, mbak..

Ya iyalah jarang nyabutin gigi, Kalau bisa jangan deh kehilangan gigi ! Dicegah aja dengan rajin menggosok gigi (pake pasta gigi) minimal dua kali sehari, supaya gigi tidak berlubang dan busuk. Trus, kontrol rutin ke dokter gigi terdekat enam bulan sekali, supaya kalau ada gigi yang berlubang bisa segera ditambal..

Well, setidaknya saya udah kasi tau kalau gigi cabutan bosok itu gak berguna. Karena masih belepotan darah, saya bersihkan dengan air. Trus digosok pake kapas beralkohol. Kemudian saya bungkus pake kertas tissue sampai permukaan gigi gak keliatan. Weleh, gigi mati kog dikafani gitu! Hehehe (eh, gigi tuh ada juga lho yang di-Mumi). Sentuhan terakhir, dimasukkan ke dalam kantong plastik sesuai permintaan bu Gito.

<saya> nanti sampai rumah dibuang ke tempat sampah aja ya, Bu, jangan kelamaan disimpan di rumah.. mau buat apa to, Bu ?

<bu Gito> mau saya buang ke atas atap.. (sambil menggigit kapas)
          kan katanya, kalau gigi atas tanggal, dibuang ke atas atap..
          supaya tumbuh lagi..

<saya> #bengong#

Waduh, Bu, udah jaman sekarang masak masih mau percaya mitos itu.. dan lagipula Tasya Kamila nggak bilang gitu.. Yang betul : kalo gigi atas tanggal, giginya dibuang ke bawah (tanah) supaya tumbuh lagi.. Jadi Ibu kebalik tuh.. Kalo kebalik nglemparnya, mantranya gak jalan dong, ntar kalo giginya gak tumbuh lagi gimana dong ???

yaaa memang giginya Ibu bakalan Gak akan Tumbuh lagi..!😀😀

2 thoughts on “Gigiku Tumbuh Lagi Nggak ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s