Pantai Losari

Pantai Losari bisa dijadikan sebagai awal perjalanan menikmati wisata di Kota Daeng, julukan Kota Makassar. Letaknya di Jalan Penghibur. Terbentang dari selatan ke utara, dari Anjungan Bahari Pantai Losari sampai Makassar Golden Hotel (MGH). Pantai ini ditata sedemikian rupa hingga punya tanggul dan anjungan. Inilah landmark kota Makassar.

Selain panggung hiburan tempat artis menyanyi, konon akan dibangun istana presiden di Pantai Losari ini. Tiang-tiang menancap di pantai. Tanah mulai berdatangan untuk mengurug pantai. Air pantai akan disedot dibuang ke laut. Yup, masyarakat Makassar menyambut Jusuf Kalla sebagai presiden RI mendatang.

Tanggul Pantai Losari dipenuhi tenda-tenda penjual berbagai makanan khas Makassar. Ada pisang Epe, es pisang ijo, coto makassar, es pallubutung, dll. Anda akan mendapati suasana pantai yang berbeda di sini. Menikmati pantai sambil melahap panganan khas. Duduk di tanggul bercengkerama dengan keluarga. Digoda oleh angin laut sepoi-sepoi. Melepas penat sambil menikmati matahari terbenam.

tanggul Pantai Losari dan hotel mengapung (Makassar Golden Hotel)

tanggul Pantai Losari dimanfaatkan untuk memancing

Jika Anda tak mau berlama-lama di tanggul, Anjungan Bahari Pantai Losari bisa menjadi pilihan. Pantai direklamasi berbentuk setengah lingkaran menjorok ke laut. Berbahan keramik, lantainya bak playground, anak-anak kecil bermain sesukanya. Untuk sekedar kenang-kenangan, Anda bisa berfoto di setiap huruf “Pantai Losari” yang terpancang.

huruf "Losari"

huruf “Losari”…huruf “Pantai” gak kefoto, “T” nya lagi ga ada… :-p

matahari terbenam

Anjungan Bahari Pantai Losari dan matahari terbenam

Pas saya datang kali pertama di Pantai Losari ada sebuah huruf yang hilang, huruf “T” (Lihat lagi: Selamat Datang di Gerbang Indonesia Timur). Mungkin huruf-huruf ini ambruk. Sudah bosan menjadi sandaran orang-orang yang suka mejeng di depan kamera. Alias banci kamera. Seperti saya…Hahaha…😀

Dari Anjungan Bahari Pantai Losari ini pemandangan keseluruhan Selat Makassar dan kota Makassar di sepanjang pantai terlihat menarik. Memandang ke arah barat, Selat Makassar berwarna biru, kadang biru muda atau biru tua, dihiasi kapal-kapal yang sedang berlayar. Pandangan juga akan leluasa menjelajah pulau-pulau kecil di sekitar Selat Makassar.

Selat Makassar dan salah satu pulau kecilnya

Memandang ke arah timur, kota Makassar yang dihuni penduduk kurang lebih satu juta jiwa ini berdiri kokoh. Bangunan-bangunan yang menatap laut, berdiri tegar melawan badai laut Selat Makassar yang sesekali menyapa.

salah satu gedung di belakang kami, sebelah timur Pantai Losari

Omong-omong soal badai… Entah ini hanya perasaan saya saja, kadang di Makassar ada hujan deras dengan angin kencang, mirip badai. Hujan badai ini juga susah berhentinya. Bisa seharian sampai malam. Badai dari laut tak bisa dihindari kali ya, lha wong kota Makassar hanya sepanjang tiga kilo di sekitar pantai kog.

Soal udara panas, udah wajar lah karena berada di tepi pantai. Bulan Mei begini masih kadang hujan, kadang panas. Katanya, di puncak musim kemarau Makassar bakalan panas pol pollan. Well, gak sabar deh menanti musim kemarau, mau gimana lagi… Asalkan enggak nekat aja sengaja berjemur di bawah terik matahari… hhhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s