Dermaga Kayu Bangkoa, Dermaga POPSA, dan Pulau Khayangan

Dari Anjungan Bahari Pantai Losari, saya bisa leluasa memandang pulau-pulau kecil di tepi Selat Makassar. Pulau kecil itu nampak hidup. Ada banyak rumah berdiri di tepian pulau. Dan perahu kecil mondar-mandir merapat ke situ. Pulau apakah itu?

Dua diantaranya adalah Pulau Lae-Lae dan Pulau Khayangan. Pulau Lae-Lae adalah pulau yang dihuni para nelayan. Sedangkan Pulau Khayangan adalah salah satu pulau tujuan wisata, hasil pengelolaan pihak swasta dan pemkot Makassar.

Selain dua pulau di atas, masih ada sembilan pulau lainnya. Selain sebagai tujuan wisata, juga dijadikan tempat penelitian oleh para wisatawan dan ilmuwan, baik lokal maupun mancanegara.

Sembilan pulau ini adalah Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, Pulau Kodingareng, Pulau Lumu’-Lumu’, Pulau Bone Tambung, Pulau Langkae, Pulau Samalona, Pulau Kodingareng Keke, dan Pulau Lanjukkang.

Kalau mau ke sembilan pulau ini, bisa menyeberang dengan kapal dari Dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga terletak di Jalan Pasar Ikan. Diapit oleh Makassar Golden Hotel (MGH) dan Hotel Pantai Gapura.

Namun, pilihan saya jatuh pada Pulau Khayangan. Saya menyeberang ke Pulau Khayangan lewat Dermaga POPSA. Dermaga ini terletak di depan Fort Rotterdam. Sedikit lebih ke utara dari Dermaga Kayu Bangkoa.

Dermaga POPSA, tempat penyeberangan ke Pulau Khayangan

POPSA sendiri kependekan dari Persatuan Olah Raga Perahu Motor dan Ski Air. Selain sebagai dermaga penyeberangan, wisatawan bisa menyewa kapal fiber untuk snorkeling atau menyelam. Beberapa perahu kapal boat juga bisa disewa untuk memancing ke tengah laut. Dan yang seru nih, olah raga ski air. Kapan ya saya bisa nyoba main ski air…😉

Cukup merogoh kocek 30 ribu per orang untuk membeli tiket menyeberang ke Pulau Khayangan (pulang balik). Loket ada di depan gerbang dermaga. Saya dan suami berlari-lari kecil di atas papan starway dermaga menuju kapal. Hanya kami yang belum naik kapal. Sekali angkut dijatah sepuluh sampai lima belas orang.

nyebrang ke Pulau Khayangan pake kapal kayu

Kapal kayu milik nelayan ini sengaja dipakai ngantar turis menyebrang. Suara mesinnya berderu keras. Satu mesin ada di tengah-tengah kapal. Pengemudi kapal berada di sisi samping mesin. Kapal kami bergandengan di belakang dengan kapal lain, mengangkut drum-drum air bersih. Perlahan tapi pasti, kapal melaju membelah laut. Asyik juga ya naik kapal menyeberang laut…

inilah Pulau Khayangan

Sekitar 40 menit kemudian kapal merapat ke Pulau Khayangan. Rumah yang berdiri di tepi pulau merupakan pondok penginapan. Ada yang bertembok batu, dan yang bertembok kayu berupa rumah panggung yang mengapung di atas laut. Pondoknya ada yang pake pendingin AC juga. Dibilang sederhana sih iya, tapi teman saya malah bilang kayak RSS (dengan S yang dipanjangkan). Haha..

Saat turun dari kapal, sepanjang starway dermaga sudah banyak orang yang lagi mancing. Sedangkan di laut, ibu-ibu dan anak-anak kecil berenang sambil bercanda. Ternyata ada Banana Boat juga di sini, lagi parkir di tepi pantai. Wah ini juga seru! Main Banana Boat rame-rame! Clingak-Clinguk…(sama siapa ya?)

Banana Boat, dermaga Pulau Khayangan, dan pemandangan kota Makassar

rumah payung kecil dan “dingklik” tempat duduk

Iseng-iseng saya dan suami berjalan mengitari Pulau Khayangan. Hanya sepuluh menitan kami udah selesai satu putaran. Lumayan lah, nambah jam terbang olah raga jalan kaki. Wueks, maksa banget, olah raga kurang niat nih…

Di tengah pulau ada rumah makan sekaligus tempat pertemuan. Kayaknya cocok buat pertemuan arisan. Sayang, saya gak tahu rasa makanan gimana. Di sampingnya ada taman dilengkapi rumah payung kecil dan tempat duduk. Dari sini pemandangannya laut lepas dan kapal-kapal.

Untuk pulang, kami ikut kapal kayu yang akan kembali ke Makassar. Lagi-lagi kami berlarian kecil di starway dermaga (*ketagihan*). Melambaikan tangan ke pengemudi kapal yang udah nglepas tali penambat. Penumpang lain udah duduk manis. Tunggu kami, dong!! Sebenarnya gak perlu kuatir, ada banyak kapal bolak-balik ke Pulau Khayangan. Kalau ketinggalan, tinggal naik kapal berikutnya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s