a trip to: pantai Bira, Bulukumba (part I) – Petualangan Jalan Darat

Libur Natal dan Tahun Baru kali ini jatuh sebelum weekend, alhasil dapet dua kali long weekend neh. Skalian obat kecele gara-gara cuti tahunan suami saya hangus lima hari. Buat pulkam aja syusye, kapan lagi bisa liburan kalau gak ada long weekend kayak gini…jiiiiaaaaahhh…😛

Tanpa rencana, pagi itu kami packing. Di tengah mendung langit Makassar kami berangkat ke timur. Sambil berharap cuaca ndukung perjalanan, kami enjoy banget nyari jalan lintas kabupaten menuju Bulukumba. Andalannya cuma papan penunjuk arah, patok kilometer jalan, tanya-tanya orang, dan Google Maps dari handphone…*banyak banget*. Syukurlah Tuhan mendengarnya, cuaca ke arah timur cerah bersahabat…😀

peta sulawesi selatan

Pantai Bira terletak di Tanjung Bira, kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Lama perjalanan dari Makassar sekitar 4 jam. Dari rumah kami melewati rute: Makassar–Takalar–Jeneponto–Bantaeng–Bulukumba. Jalan lintas kabupaten ini sekaligus jalan lintas propinsi. Walau lintas propinsi, lebar jalan tidak terlalu besar. Ada yang tidak rata atau berlubang terutama jalan setelah keluar dari Jeneponto dan Bantaeng.

rutenya: makassar-takalar-jeneponto-bantaeng-bulukumba

Menuju ke arah timur Sulawesi Selatan, terbentang pemandangan hijaunya sawah. Inilah sebagian dari lumbung padi utama di Indonesia Timur. Takalar malah dikenal penghasil jagung. Salah satu jagung yang banyak dijual di warung pinggir jalan namanya jagung pulut. Jagungnya empuk banget alias lembut. Tambah seger dimakan pake garam campur sambal.

Tiap masuk kabupaten, saya selalu penasaran dengan pusat kota kabupaten, about how they built the city. Dan biasalah, nyari toko camilan dan masjid besar buat sholat atau ke kamar kecil. Ditunggu kog gak masuk-masuk pusat kota Jeneponto yaa? Jarak pinggir kota dengan pusat kota rupanya panjang dan lama.

Baru setelah masuk Bantaeng terlihat laut. Pusat kota Bantaeng dibatasi langsung oleh laut dan gunung. Saya liat ada sebuah lokasi outbond ke arah  gunung, sayang gak sempat ngliat tempatnya kayak apa. Di Bantaeng bisa 

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=41858210 salah satu sudut resto "aroma laut" di Bantaeng

rehat sebentar neh, ada Resto lumayan bernama Aroma Laut, setidaknya ada ikan segar di sini. Bantaeng memiliki masterplan tentang ‘Waterfront City of Bantaeng’ yang bentuknya unik. Hmm, tapi entahlah kapan digarap…?

Finally, masuk ke Bulukumba. Jalan berkelok naik turun mendekati Pelabuhan Bira mengingatkan saya pada Jayapura. Jalan aspal mulus melewati bukit, di bawah sudah laut biru. Diwarnai hijaunya pohon kelapa, pasir putih dan langit biru. Yang unik disini banyak kambing berkeliaran di jalan, halaman rumah penduduk, tepi pantai, sekitar penginapan, wooww…dimana-mana. Nah, kalau di Jayapura yang berkeliaran di jalan tuh anjing dan kalau nabrak mati harganya mahal ( lihat lagi: Mancing-Mancing di Koya ).

http://www.panoramio.com/photo/10509550

Pelabuhan Bira sendiri adalah pelabuhan utama penyeberangan kapal ferry ke Pulau Selayar. Selain itu pintu masuk arus keluar masuk barang dan penumpang ke Bulukumba. Tapi gak kliatan ada banyak kapal barang bersandar disini. Aktifitas di pelabuhan cenderung sepi. Selain kapal ferry yang ngangkut penumpang menuju Pulau Selayar, kapal kecil nelayan dan kapal pengangkut barang, ada pula kapal pesiar phinisi yang disewakan.

Sampai di pantai Bira, kami masih mencari penginapan Bara Beach. Susahnya nyari ini penginapan. Letaknya tersembunyi, ada di paling ujung dari deretan penginapan di pantai Bira. Jalan masuk menuju ke sana pun menantang. Saya udah gak sabar ngliat kayak apa tuh penginapan Bara Beach. Udah jauh dan susah begini, ehemmm, awas ya kalau jelek *sambil mengepalkan tinju*. Duuh, siapa sich yang bakalan mau disalahkan? hahahaaa…:mrgreen:

3 thoughts on “a trip to: pantai Bira, Bulukumba (part I) – Petualangan Jalan Darat

  1. wah,sayang skali blum jln2 ke tmpat rekreasi di Bantaeng, di Bantaeng lengkap rekreasinya, mau pantai ada, mau puncak gunung jg ada, ga kalah dgn puncak di Bandung.kebun stroberry ada, jagung, persawahan luas membentang, perkebunan wortel,out bond loka camp,permandian air dingin alami ERMES, pmandangan phon pinus ada, bukit kembar yg pmandanganx bisa mlihat skitar 5 kota/kabupaten di sulawesi selatan, air terjun bissappu, batu karang merah tempat berhala n bisa menyaksikan lngsung pulau yg mnurut pndudk setempat itu merupakan batu kembar dri karang batu merah dibukit yg mengapung di laut, prkebunan wortel, langsat,durian,rambutan, dan maaaaaaaaaaaaasih byk lagi, hanya sj letakx di sulawesi, seandaix dipulau jawa kmungkinan promosix sring msuk sinetron sbg tmpat lokasi shuting hehehehe…..tuk lbih serunya ..Visit Bantaeng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s