one year living in makassar

omong-omong soal unik, rupanya saya sering dikelilingi hal-hal unik. well, ada sebagian orang yang bilang bahwa yang unik patut dilestarikan. hehehe…

rumah saya memang unik. hanya punya satu tetangga yang bersebelahan. tetangga yang lain ada di sisi belakang rumah saya. entah dulunya gimana, kurang luas tanahnya atau karena salah menata perumahan😦

di depan rumah saya ada lapangan badminton. lapangan ini gak berfungsi. tiang net-nya karatan. yang paling mencolok, rumputnya tinggi-tinggi. kadang udah mirip hutan.

di depan lapangan badminton ada selokan besar yang langsung berbatasan jalan raya. jadi rumah saya berjarak 10 meter dari jalan raya.

jalan raya ini menghubungkan makassar dengan gowa. semua jenis kendaraan dan orang melintas. dari gelandangan sampai pejabat. dari pejalan kaki sampai mobil mahal macam bentley.

bisa dibayangkan deh tingkat polusi suara di rumah saya. war wer war wer non stop 24 jam. kadang saya menikmatinya hingga lupa dengan suara bising itu.

kadang saya sebel kalo yang lewat mobil pake sirene. ya Tuhan, banyak banget sih orang sakit dan orang mati *mobil ambulance* trus polisi, pemadam kebakaran.

gimana kalo sirene-nya gak usah dihidupin? kalo gak heboh gak mantabb mentongg kalee…lho kog gw jd ribet gini yak, hahah…😆

kadang saya juga penasaran. sering pejabat yang lewat dikawal pake mobil sirene PJR. suatu hari sirene meraung raung tapi kog jalanan sunyi sepi senyap.

oww ada presiden SBY melintas. pas giliran wapres JK melintas, saya bela belain keluar rumah. berdiri di teras rumah dan melambaikan tangan ke mobil pak JK *dadah bye bye see you next time*…:mrgreen:

jalan raya depan rumah saya ini luas. dua jalur memanjang lurus. yah, bisa dibilang mulus aspalnya. kalo tengah malam, tidur saya kadang gak nyenyak. war wer war wor-nya lebih nyaring dari semua suara. jalanan dipake balap motor liar bok !!! huh…😡

rumah sebelah saya satu-satunya, penghuninya sering berganti rupa. rumah itu difungsikan sebagai mess. kenapa sering berganti rupa? karena penghuninya hanya stay sementara lalu check out lalu datang penghuni yang baru.

biang kebisingan lainnya, tetangga saya satunya. berupa SPBU! tetangga saya ini baik hati. kami sangat ‘intim’, xi xi xi… tembok pagar kami berdempetan, dengan kamar saya berjarak dua meter.

tangki bbm-nya dipendam di sisi sebelah kamar saya. hingga saya bisa dapet bonus parfum bensin saat mereka ngisi tangki. *huah*

seberapa banyak kendaraan yang ngisi bensin di SPBU bisa dihitung dari suara “tek tek”. apa sih suara “tek tek”? mulanya saya ngira ada tamu yang ngetuk gerbang rumah saya. rupanya itu suara kendaraan yang keluar dari SPBU saat ban-nya nginjak besi penutup drainase pintu keluar SPBU. *oalah*

pada jam-jam tertentu akirnya saya bisa bilang: “wuuiih SPBU-nya larisss…”

uniknya rumah saya bisa diliat dari plus plus lainnya. yaitu plus sport jantung. weh, keknya berlebihan ya. andai saya gak deg deg-an mungkin jantung saya memang lagi gak olahraga. hehehe…

satu bulan pertama tinggal di rumah ini ‘tamu’ tak diundang datang. tanpa mengetuk pintu. pergi tak perlu permisi. membawa ‘oleh-oleh’ dari rumah saya, berupa kotak surat stainless steel.

karena shock saya kabur kocar kacir ke jakarta, ke rumah kakak saya, hahahaa…😀 enggak lah, *gak salah* kapan lagi saya bisa silaturahim ke sana.

niat lainnya, nyari pembokat. bukannya manja, tapi karena saat itu saya jadi bener-bener merasa urgent butuh teman di rumah. hikss…

andai keluarga saya bisa memahami posisi saya, saat itu saya mengharapkan dukungan dari mereka *melebay*. maklum saya baru pertama kali tinggal di luar Jawa, langsung jauh dari kampung halaman pula. huh hah…

gak dapet pembokat dan sempat dipojokkan, saya balik lagi ke makassar. kluntang kluntung. so worried, saya ternyata belum ditakdirkan berhenti menghadapi kembali berbagai ‘tamu’ tak diundang lainnya…hehe…

beberapa kali pencari sumbangan. lalu orang yang ngaku-ngaku petugas PLN. mungkin bisa ditemukan dimana-mana. mungkin di kota lain juga banyak. tapi sekarang mereka berbeda. suaranya keras kayak orang marah-marah dan gayanya memaksa. huaahhh, males banget deh…

trend berikutnya, ‘tamu’ tak diundang suka banget ambil ‘oleh-oleh’ sandal. hmmm, ukuran kaki saya tuh kecil. paling pentok 37 lah. sandal saya juga butut, model swallow yang sering saya pake berkebun. Ah, ‘tamu’ itu mungkin kakinya seukuran saya, atau terobsesi dengan kaki kecil. atau mau diberikan ke istrinya, adik perempuannya…😕

trend yang lain, ‘tamu’ tak diundang suka banget ‘olahraga’ loncat. mau bertandang ke rumah saya kog loncat tembok?? benar-benar bukan ‘tamu’ yang berniat baik. dua kali pula, itu yang kepergok sama saya lho, ckckck…

yang membekas sampai sekarang, ketika saya takut luar biasa. sport jantung tingkat akut. keringat dingin ngucur di tubuh saya. dua laki-laki muda tegap tak dikenal menggedor jendela kaca rumah saya. tak berhasil membuat saya membuka pintu, mereka berputar ke samping rumah. kembali menggedor kaca jendela kamar. ugh, saya hanya ditemani Tuhan, dan akirnya mereka pergi…

well, itu beberapa kejadian saat tujuh bulan pertama saya tinggal di makassar. saya pikir-pikir, gila ya saya, dulu kog mau-maunya apa-apa sendirian di rumah. kegilaan semacam ini bisa menjadi lestari *sudut pandang suami saya* kalo saja saya selamanya gak pernah dapet pembokat…wkwkwk…*stress*

itulah yang membuat saya selalu kangen rumah jogja. suasananya tenang dan nyaman. hihihi. cita-cita: pengen punya rumah sendiri yang tenang dan nyaman…nyam nyam nyam…😛

ternyata saya beruntung, saya dapet pembokat setelah dicarikan ibu mertua. lima bulan terakhir perlahan-lahan suasana hati menjadi berbeda. sedikit demi sedikit kegiatan luar rumah saya semakin mengalir lancar. sambil berdoa tak ada lagi ‘tamu’ iseng…*positive thinking*

upss…ternyata pembokat saya pun unik tuh…whahahaa…😉😉

uhuk uhuk…😎

tak terasa sudah satu tahun saya tinggal di makassar, alhamdulillah, barakallah ya Rab, semoga selalu dalam perlindungan-Mu…🙂

One thought on “one year living in makassar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s