A Dedicate to My Mom and Dad

Publikasi: Majalah Alia No. 08 Tahun IV, edisi February 2007, dengan judul Beginilah Islam Menyayangi Wanita.

Ketika tradisi penguburan hidup-hidup bayi wanita menjamur dalam tradisi Arab jahiliyah, Islam datang dengan tegas melarangnya. Malahan wanita diangkat derajatnya dengan menempatkan wanita pada posisi yang terhormat “Surga ada di telapak kaki ibu” (HR. Qoda’y dari Annas r.a).

Islam juga memerintahkan kepada setiap anak untuk berbuat baik kepada orang tuanya terutama ibu (QS. Lukman: 14).

Dalam berbakti Nabi SAW bahkan menganjurkan untuk mendahulukan ibu sebelum bapak dalam hadistnya yang masyhur. Dari Abu Hurairah bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak kubaktikan dengan baik?” Rasul menjawab, “Ibumu”, jawab Rasul, “Lalu siapa lagi?”, “Ibumu”, jawab Rasul. “Kemudian siapa?” Rasul menjawab, “Ibumu,” Ia kembali bertanya, “Lantas siapa lagi?” Rasul menjawab, “Ayahmu” (HR Bukhari-Muslim).

Lebih jauh Islam telah mendeklarasikan persamaan antara laki-laki dan perempuan (QS. Al-Hadid: 12 dan 18, QS. At-Taubah: 71-72, QS. An-Nisa: 124, QS. An-Nahl: 97, QS. Al-Mukmin: 40, QS. Al-Fath: 5).

Adapun yang menjelaskan tentang imbalan bagi orang-orang yang memperlakukan anak, saudara atau orang perempuannya dengan baik tertuang dalam hadits-hadits berikut:

“Rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak perempuan, maka setiap hari Allah menurunkan dua belas rahmat, para malaikat tidak terputus-putus mengunjungi rumah itu, dan para malaikat di setiap hari dan malamnya mencatat untuk kedua orang tuanya pahala sama dengan pahala ibadah tujuh puluh tahun” (HR. Abu Ya’la).

“Dan barang siapa membiayai tiga orang putri yang diamanatkan Allah kepadanya, maka dia berhak masuk surga. Dan dia mendapat pahala seperti pahalanya orang yang berjihad di jalan Allah, yang siang harinya digunakan untuk berpuasa dan malam harinya digunakan untuk beribadah sunat” (HR. Bazar dari Abu Hurairah).

“Seorang muslim yang diamanati Allah tiga orang anak putri, kemudian dididik dan dibimbing secara layak hingga dewasa, atau meninggal sebelum baligh, maka dia akan selamat dari siksa api neraka” Sabda Rasulullah SAW. Lalu ada seorang wanita mengajukan pertanyaan: Ya Rosulullah, bagaimana halnya kalau hanya dia diamanati dua orang anak putri? Jawab beliau: Dua orang anak putri yang dididik secara baik, bisa menjadi penyelamat dari siksa api neraka” (HR. Thabrani dari Abdurrahman bin Auf).

“Barang siapa memiliki tiga orang putri atau tiga orang saudara putri, atau memiliki dua orang anak putri atau dua orang saudara putri, kemudian ia mendidiknya dengan baik hingga memiliki ketaqwaan kepada Allah dan akhlak yang mulia, maka dia berhak masuk surga” (HR. Tirmidzi).

“Barang siapa diamanati Allah seorang putri, bila mati tidak ditangisi, dan bila hidup dididik secara baik, maka dia dapat jaminan surga” (HR. Abu Dawud, Hakim dari Ibnu Abbas).

“Barang siapa menyenangkan (memanjakan) anak perempuan, maka ibarat menangis karena takut kepada Allah. Dan barang siapa menangis karena takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk ke dalam neraka” (HR. Abu Ya’la, Ahmad).

Wallahu a’lam bis-showab…

***

Alhamdulillahirobbil’alamiin….Sampai detik ini saya masih diberi karunia Allah SWT untuk memiliki kedua orang tua….Yang sudah mengandung, melahirkan, mendidik dan membesarkan, hingga menikahkan kami tiga anak putri-putrinya….Seperti janji Allah (seperti pada hadits di atas) saya pun berdoa semoga kedua orang tua saya nantinya mendapatkan tempat di surga, selamat dari siksa api neraka, dan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berjihad di jalan Allah….amien YRA….:)

Diitung-itung atau dijumlah pake mata uang….Masak mau menjumlah kasih sayang dan jasa-jasa mereka pake uang sich? Setelah dijumlah trus dituker pake uang gitu? hihihi=D….Kalo di syair lagunya “Doa untuk Ibu”-nya Ungu bunyinya gini: Oh ibu terima kasih utk kasih sayang yg tak pernah usai, tulus cintamu tak kan mampu utk terbalaskan….Ada lagi syair lagunya “Kasih Ibu” yang kayak gini: Kasih ibu, kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, Hanya memberi, tak harap kembali, Bagai sang surya, menyinari dunia….Atau bunyi lagunya “Bunda Piara” : Bila kuingat lelah, ayah bunda, Bunda piara piara akan daku, sehingga aku besarlah, Waktuku kecil hidupku, amatlah senang, senang dipangku dipangku dipeluknya, serta dicium dicium dimanjakan, namanya kesayangan….Inti dari lagu-lagu tersebut sama….Bahwa kasih sayang dan jasa kedua orang tua itu tiada tara, tak terhingga, tak kan mampu terbalaskan….Sehingga tak layak untuk menyakiti hati mereka dan apalagi untuk berbuat durhaka kepada keduanya, terutama kepada ibu, wallahu a’lam bis-showab….

Duhh jadi sedih*melow*, hehe….dan….what has happened….Duhh jadi lupa mau nulis apa, hehe….buat dua kakak perempuanku: Titi Dewi Warninda (mbak Ninda) dan Yulia Dewi Rohma (mbak Lia), yang memiliki anak putri kecil yang manis, I Love U all, mmuuaachhzz :*….Tiba-tiba aku menemukan foto kita bertiga! hihihihi….Aku yang baru lahir digendong ibu dan dikelilingi oleh kalian berdua! hehehe….Semoga kita bertiga dijaga oleh Allah….Ya Allah jagalah diri dan hati kami bertiga dari perbuatan-perbuatan yang dapat melukai dan membuat susah orang tua kami….Ya Allah, muliakanlah orang tua kami….Amien YRA….Tetep Semangat….:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s