piknik ke Bantimurung

Ini kali pertama perjalanan jauh sejak hamil dan setelah menjadi ‘tahanan’ kota! Gak pake rencana pula *lagi2 klo piknik gak pake rencana malah kejadian dech*. Bekalnya cuma teh kotak dan aqua sama sedikit snack. Belinya juga pas sambil jalan ke arah Bantimurung. Hehe, serba simpel yaa. Yg penting enjoy! Pagi itu critanya minggu pagi, mulanya cuma mau makan bubur ayam Losari depan warung masakan padang. Trus mau skalian jalan2 di pasar kaget Sunday Morning Losari. Baru setengah jalan, kaki saya kumat, pegal2, dan mulai dech jalannya kayak siput. Mbalik ke mobil, eh malah dapat ide piknik ke Bantimurung, wah gak ngefek ya pegal2 kakinya, lebih mau meledak efek setelah jadi ‘tahanan’ kota selama 3 bulan, hehehe…

Sebenernya ini kali kedua saya ke Bantimurung, yg pertama dulu pas awal datang ke Makassar. Bantimurung itu obyek wisata air terjun dan taman kupu-kupu, dekat air terjun ada juga gua. Lokasinya di kabupaten Maros, Sulsel, kira2 satu jam perjalanan darat dari Makassar. Deket kan, makanya Bantimurung selalu rame dikunjungi wisatawan, terutama pas hari libur.

Masuk ke gerbang Bantimurung ada gambar kupu2 raksasa. Di deket pintu gerbang ada juga patung monyet raksasa. Ndak tau hubungannya apa, tapi saya kog ndak nemu monyet2 di Bantimurung ya. Area Bantimurung emang jadi habitat spesies kupu2 langka. Mana nich sambutan selamat datang dari kupu2 yang beterbangan, sayap2 indah, warna warni indah? Ternyata sayap2 indah itu terkembang dalam bingkai! Dalam bentuk kupu2 awetan, cinderamata, dan di kotak kaca museum. hikhik. Kalo beruntung memang bisa sich ketemu satu dua ekor beterbangan, atau puluhan ekor dari berbagai spesies di dekat air terjun pada jam2 tertentu. Kayaknya populasinya udah berkurang yaa…

Bantimurung asal katanya dari “Benti” yg artinya air dalam bahasa Bugis halus, dan “Merrung” artinya bergemuruh. Air terjunnya memang meluncur deras dari atas gunung batu, merambah batu cadas. Dengan lebar air terjun sekitar 20 meter dan tinggi 15 meter. Untuk promosi obyek wisata ini, pemerintah setempat bikin akronim nama Bantimurung yg mirip parodi, “Banting Murung”, alias tempat anda membanting kemurungan. Air yg meluncur dari atas ini sejuk dan jernih. Tapi sampai di bawah, ada semacam tempat pemandian, yg landasannya dari batu kapur yg keras. Sehingga airnya agak keruh karena kapur.

Untuk masuk ke lokasi air terjun satu orang (dewasa) diharuskan membayar tiket sebesar 10rb rupiah. Masuk ke dalam taman, udara sejuk udah terasa karena banyak pohon. Kolam2 pemandian udah penuh dengan anak kecil dan orang tua yg ngawasin, sama anak2 muda sekolahan yg berenang atau main pelampung dari ban. Ada beberapa pondok yg rame lagi dipake reunian atau event. Sebagian milih lesehan pake tiker, trus bakar2an ikan sendiri.

Jalan setapak berkonblock udah becek karena cipratan air. So, jangan saltum, maen kesini pake high heels *gak banget dech buat gw*. Bisa2 kepleset atau mau ikut2an berjalan siput kayak saya gara2 pegal2 ala bumil? hehe. Herannya masih ada lho pengunjung yg pede pake high heels dan berdandan ala mau ke mall. Suka2 dia sich, hihi. Yg bikin kaget pas menyusuri jalan setapak ini, tiba2 dari arah air terjun datang kerumunan orang dengan cepat, menuhin jalan. Pas saya nyingkir, kliatan dech, di tengah kerumunan itu ada bintang berkelip. Oalah, ada mas Tukul tho! Lagi disyuting sambil nyolek2 pipi plus dagu cewek yg dirangkul di sebelahnya. Suami saya nich yg meringsek mendekat dan iseng2 motret…

Karena lagi hamil dan kaki suka kumat kramnya, saya gak berhasil naik tangga beton di samping air terjun, tangganya setinggi 10 meter, menuju ke Gua Mimpi dan Gua Batu. Yg jadi favorit Gua Mimpi. Katanya di Gua Mimpi ada stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit2 gua). Ada lampu2 mengelilingi gua sehingga memperindah suasana di dalam gua. Inilah yang membuatnya disebut Gua Mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi. Jiaaahhh…*gak mimpi dech soalnya saya gak berhasil masuk gua, dan segeralah bangun dari mimpi, karena udah saatnya pulang, yukk mareee*. Menuju area parkir mobil, beberapa penduduk setempat menjajakan jagung bakar, pisang rebus, dan kacang rebus. Wah, lumayan nich, jagung bakarnya bisa buat pengganjal perut selama perjalanan pulang ke Makassar…

One thought on “piknik ke Bantimurung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s