Nutrisi yg Terdapat dlm Susu Formula

AA/DHA/ARA

AA, kependekan dari Asam Arakhidonat (sering juga disebut ARA) adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang. AA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, dengan asupan Omega 6 (asam Linoleat). DHA (Asam Dokosaheksaenoik) adalah asam lemak tidak jenuh rantai panjang. DHA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia, dengan asupan Omega 3 (Asam Alfa Linolenat ). AA dan DHA berfungsi untuk menunjang pertumbuhan otak dan sistem penglihatan (retina), dan keduanya merupakan asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang seperti yang terdapat dalam ASI.

Beta Karotene

Beta karoten adalah salah satu dari berbagai jenis karotenoid yang merupakan prekusor atau bahan baku pembentuk vitamin A. Beta karoten banyak ditemukan di ASI. Beta karoten berfungsi sebagai anti oksidan dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Beta Karoten juga berfungsi dalam membantu tumbuh kembang sistem penglihatan.

FOS & GOS

FOS (Frukto Oligosakarida) dan GOS (Galakto Oligosakarida) adalah 2 jenis oligosakarida yang merupakan salah satu jenis prebiotik yang terdapat di ASI. Oligosakarida sendiri adalah sejenis karbohidrat yang secara selektif di metabolisme di usus besar sehingga mampu meningkatkan jumlah bakteri baik secara alami di dalam saluran cerna. Tidak dicerna oleh enzim manusia. Menjadi makanan bagi bakteri baik sehingga jumlah bakteri baik meningkat. Dengan meningkatnya pertumbuhan bakteri baik, maka fungsi saluran cerna pun semakin sehat. Pada saluran cerna, terdapat 80% dari sistem imunitas tubuh anak. Uji klinis terhadap 1600 bayi menunjukkan bahwa komposisi FOS:GOS 1:9 dengan kadar yang signifikan (FOS 0.08gr/100 ml : GOS 0.7 gr/100ml) dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Gangliosida

Gangliosida adalah istilah umum untuk gula yang mengandung lipid atau sel lemak, secara alami terdapat dalam ASI
Berfungsi untuk membantu proses komunikasi antar sel (dalam hal membantu pengolahan signal atau rangsangan). Semua susu formula mengandung Gangliosida karena memang sudah ada secara alami pada susu sapi (dengan jumlah kandungan berbeda dengan ASI).

Karotenoid

Karotenoid adalah nutrisi yang penting untuk melindungi anak dari terjadinya infeksi, menjaga pertumbuhan yang normal dan meningkatkan ketajaman penglihatan karena merupakan bahan baku pembentuk Vitamin A. Karotenoid alami terdapat dalam bentuk beta karoten, lutein dan lainnya. Konsumsi karotenoid bagi anak usia 1 ā€“ 4 tahun yang dianjurkan adalah 60 ā€“ 90 mg/hari (untuk total karotenoid, termasuk beta karoten, lutein, dan lainnya).

Kolin

Merupakan komponen dari Vitamin B yang berfungsi untuk mencegah membran sel tidak gampang rapuh/ bocor sehingga proses regenerasi sel berjalan lancar. Sel-sel yang paling butuh komponen kolin adalah sel sel yang memiliki struktur lemak. Sel sel ini paling banyak terlokalisasi di membran otak (sfingomyelin dan fosfatidilkolin).
Itu sebabnya kolin dibutuhkan otak untuk meregenerasi/memperbaharui sel sel nya. Kolin juga dibutuhkan untuk mendukung aktifitas sistem saraf pusat dengan cara membantu proses pengiriman pesan di otak.

Lactoferin

Lactoferin adalah zat pengikat zat besi yang terdapat pada pecahan protein whey ASI. Berguna untuk meningkatkan penyerapan zat besi dan mencegah infeksi oleh bakteri.

Laktosa

Laktosa, atau sering juga disebut sebagai gula susu, adalah bagian dari susu yang memberikan rasa manis dengan tingkat kemanisan lebih rendah dari sukrosa. Laktosa berfungsi untuk membantu penyerapaan natrium dan kalsium. Juga memberikan efek positif terhadap fisiologis usus, termasuk efek prebiotik, melunakkan kotoran dan membantu mengikat air.

Laktulosa

Laktulosa adalah gula sintetis yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, dan dapat membantu untuk pertumbuhan lactobacillus dan bifidobacteria dalam usus besar. Berfungsi untuk menyembuhkan atau mencegah konstipasi dan komplikasi hati.

Lutein

Lutein merupakan karotenoid, sama seperti beta-karoten. Ditemukan di berbagai jenis sayuran. Beberapa studi menunjukkan bahwa Lutein dapat menyembuhkan penyakit makula mata yang berhubungan dengan usia (pada usia lanjut) seperti degenerasi makula dan katarak. Namun, belum ditemukan bukti klinis bahwa Lutein dapat mencegah penyakit ini serta belum ada bukti klinis tentang fungsi Lutein terhadap perkembangan sistem fungsi penglihatan balita.

Nukleotida

Nukleotida merupakan struktur pembentuk inti sel – DNA dan RNA yang penting untuk perkembangan sel, fungsi-fungsi tubuh dan penggantian jaringan yang rusak. Nukleotida tersebut terdapat di semua sel tubuh.
Nukleotida juga berperan dalam metabolisme sel. Nukleotida berperan penting dalan membangun kekebalan tubuh terhadap infeksi. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa anak yang diberikan ASI jarang terkena batuk, pilek, dan berbagai penyakit lain.

Omega 3

Omega 3 atau asam alfa linolenat adalah asam lemak esensial dan asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang, yang jika dikonsumsi bisa membantu tubuh membentuk DHA. Asam lemak ini tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga pemenuhannya harus disuplai melalui makanan.

Omega 6

Omega 6 atau asam linoleat adalah asam lemak esensial dan asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang, yang jika dikonsumsi bisa membantu tubuh membentuk AA. Asam lemak ini tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga pemenuhannya harus disuplai melalui makanan.

Prebiotik

Prebiotik adalah serat pangan yang berfungsi secara selektif menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam usus besar. Salah satunya adalah bifidobacteria. Prebiotik secara alami ada dalam ASI, salah satunya adalah Oligosakarida. Dalam proses produksi makanan, prebiotik sangat stabil, dimana tidak terpengaruh proses produksi dan kondisi penyimpanan. Memberikan manfaat yang sangat penting untuk meningkatkan kesehatan saluran cerna selain meningkatkan kemampuan penyerapan mineral secara optimal oleh tubuh dan membantu menjaga daya tahan tubuh. Dengan konsumsi prebiotik, keseimbangan bakteri dalam usus meningkat, sehingga memberikan dampak yang positif pada kesehatan.

Probiotik

Probiotik adalah bakteri baik yang jika diberikan dalam jumlah yang signifikan, dapat membantu fungsi saluran cerna. Namun harus dicermati bahwa bakteri baik di saluran cerna jumlah banyak sekali dan terdiri dari berbagai strain atau jenis (lebih dari 500 jenis). Sehingga penambahan bakteri baik atau konsep probiotik harus memikirkan spesifikasi strain/jenis bakteri baik. Probiotik tidak terdapat secara alami pada ASI dan tidak tahan panas.

Sinbiotik

Sinbiotik adalah perpaduan antara prebiotik dan probiotik. Berfungsi untuk mempertahankan fungsi saluran cerna.

Sphyngomyelin

Sphyngomyelin adalah sejenis lemak yang ditemukan di sel membran, terutama dijaringan saraf. Berfungsi untuk membantu saraf memproses perubahan signal atau rangsangan yang diterima. Semua susu formula mengandung Sphingomyelin karena memang sudah ada secara alami pada susu sapi.

Sukrosa

Sukrosa adalah sejenis karbohidrat yang dapat memberikan rasa manis, dan merupakan sumber energi cepat untuk tubuh (dapat meningkatkan gula darah dalam waktu singkat).

Tryptophan

Merupakan salah satu asam amino esensial yang turut berperan dalam proses pembentukan neurotransmitter otak, yaitu serotonin. Juga berperan dalam mengatur perilaku anak, seperti selera makan, mengenyangkan, menenangkan mood, penerimaan terhadap rasa sakit, dan ritme tidur. Juga dapat membantu balita tidur lelap. Semua susu formula mengandung Tryptophan karena memang sudah ada secara alami pada susu sapi.

http://www.clubnutricia.co.id/directory/article/nutrition_glossary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s