Lucu Kalo Keinget…

•I don’t Like the Doctor•
Pas ketahuan hamil, saya mencari obgyn yang recomended di RS dekat rumah. Ada seorang tetangga yang melahirkan dengan obgyn R. Konon dokter R ini yang membantu persalinan artis MS, istrinya orang terkenal di bumi Indonesia. Okelah saya coba sama dokter perempuan ini. Waktu itu saya sekalian konsultasi nursing while pregnant, saya pingin tetap menyusui Arvin walo hamil. Pelajaran penting, carilah obgyn yang Pro ASI ketika berhadapan dengan masalah nursing while pregnant dan tandem nursing. Karena ternyata dokter R ini melarang dengan tegas nursing while pregnant. Udah gitu dia menghakimi saya sebagai seorang tenaga kesehatan, prikitiwww. Ampun deh, gak mau saya sama dia, bisa2 tiap kali kontrol kehamilan gak bisa ketawa ketiwi. Bete habis saya sama dia. Sensi banget saya sama dia. He he. Saya kabur ke obgyn DJ, dokter laki2, senior, ahli kesuburan (yang mengingatkan saya dengan obgynnya Arvin, mereka selevel gituu). Yang bikin nyambung nich karena istrinya dokter DJ sealumni dengan saya. Dan dokter DJ memberi hak kepada saya untuk memutuskan sendiri apakah akan tetap nursing while pregnant atau tidak ^_^. Apesnya, pas hari dan jam persalinan saya, kota Jakarta sedang banjir dan macet luar biasa menjelang very long weekend Natal. Dokter DJ terjebak macet. Saya pasrah menerima dokter pengganti. And guess what, dokter pengganti itu adalah dokter R! Ha ha ha. Mau terbahak-bahak gondok tapi kog lagi kesakitan kontraksi-tergeletak di ruang bersalin yaa…? Semoga dokter R tidak ingat saya! Hi hi hi. Mungkin memang kehendak Tuhan begitu. Gak nyangka, saya merasakan kenikmatan ditolong oleh dia. Dokter R sangat halus ketika menolong persalinan, baik dari tindakan dan kata2 ketika memotivasi saya mengejan. Dokter R juga cermat ketika melihat baby Hanif nafasnya tidak smooth saat IMD. Ohh ternyata dokter R enak juga ya? “Ya memang, tuuh kan apa kataku” balas tetangga saya. Sejak melahirkan sampai sekarang saya belum pernah bertemu kembali dengan dokter R.

•Lama Amat Taksinya! Hiks•
Setelah Dhuhur saya coba BBM suami karena rasa sakit meningkat pada kontraksi. Buka contact profile suami malah kaget. Tumben pasang status “sibuk”, baru kali ini suami saya pasang status gitu. “Sibuk – Lagi Training” Kog bisa sich di masa genting begini sulit dihubungi. Senewen, iya. Takut ganggu suami, juga iya. Hampir jam 2 siang, saya udah panik ketik2 BBM. “Serius, Serius, Cepetan pulang, Sekarang, Biar gak kena macet, Ini hari Jumat”. Suami saya cabut dari kantor jam setengah 3 sore dan tetep terjebak macet (di sekitar Tugu Tani). Tadinya pingin diantar suami ke RS. Karena macet gak tau kapan terurai, diputuskan saya naik taksi, ntar ketemuan di RS. Sbenernya jarak rumah ke RS deket, tapiii taksinya kog gak datang2. Saya dah galau, mau cegat taksi sendiri di depan cluster tapi kog hujan, coz pesan Blue Bird by phone gak sambung2. Suami saya yang memesan taksi via internet, melacak si taksi. Ya ampunn, ini taksi titik keberadaannya zig zag amat! Dia malah belok ke arah Sudimara. Setelah balik arah, kebablasan belok ke Sekolah Global arah Graha Raya. Taksinya nyasar!!! Pantesan ditunggu kog gak datang2 padahal dah dikasi tau kalo saya mau melahirkan. Finally, saya berhasil mendarat di RS sekitar hampir jam 5 dengan taksi tersebut dengan lama perjalanan 15 menit. Masih keinget wajah gugup pak sopir. Masih keinget juga nama sopir taksinya Pak Ahmadi ^-^

•Ada Nasi di Mulut Saya•
Di ruang bersalin, enggak ada 2 jam lamanya Hanif udah lahir. Sempat saya sendirian di dalam ruang bersalin. Pas suami belum datang dari kantor, dan saat suami pergi ngantar Arvin pulang. Jadi ketika makanan+minuman datang saya bingung mau mulai, gimana caranya masukin ke mulut. Posisi baring saya miring ke kiri, gak mungkin dipake terlentang karena sakit, jarak antar kontraksi di bawah 5 menit. Suster kog ragu sich mau nyuapi saya?? Alhasil acara makan disuapi suami jadi tergesa2. “Ayo cepetan keburu bayi lahir, aku laparr sangaaat.” Bahkan baru masuk mulut belum sempat nelan sang kontraksi udah datang. Sambil berusaha makan, suster masuk untuk ngecek bukaan. Mendadak pyarrr, ketuban pecah. Acara makan berhenti. Dan walaaaa saat mengejan masih ada nasi di mulut saya yang belum tertelan! Ahh nyesel banget cuma dapet beberapa suap, soalnya lauknya nonjok, biasa kan menu untuk ibu melahirkan manteb banget, mana saya masih lapar pas keluar dari ruang bersalin. Dipindah ke kamar, saya minta suster untuk ambil unfinished dinner tadi, tapi sayangnya udah ilang diberesin… Elus2 perut, lapar… Jatahku oh jatahku… hu hu huu… (-_-)

One thought on “Lucu Kalo Keinget…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s